Kafilah Kota Tasikmalaya Sabet Emas di Cabang Karya Tulis Ilmiah Alquran (KTIQ) pada MTQ Jabar ke-37

Nurul Hidayah, utusan Kota Tasikmalaya, saat berlomba di arena lomba Karya Tulis Ilmiah Alquran (KTIQ), MTQ Jabar ke-37 di Sumedang.

KABARPESANTREN.ID—Emas di cabang Musabaqah Makalah Ilmiah (MMQ) pada MTQ Provinsi Jabar kembali ke Kota Tasikmalaya. Terakhir, Kota Tasikmalaya mendapatkan emas di cabang ini pada tahun 2018, ketika MTQ Provinsi Jabar diselenggarakan di Sukabumi.

Kali ini, aktor utamanya adalah Nurul Hidayah. Mahasiswa tingkat akhir dari Institut Agama Islam Cipasung Kabupaten Tasikmalaya itu, mendapat akumulasi nilai tertinggi di penghujung lomba. Ia mengungguli dua kompetitornya di final: Utusan Kab. Subang dan Kab. Bandung.

Bacaan Lainnya

Pada babak final yang dihelat di Gedung SMKN 1 Sumedang (24/06), Nurul memeresentasikan paper yang ditulisnya di babak semifinal. Dengan pemaparan yang khas seorang santri, aksentuasi pesantren tampak begitu kental dari beberapa slide presentasi yang disampaikannya.

Papernya yang berjudul “Ngalogat Sebagai Budaya Akademik Pesantren untuk Membentuk Mental Moderat” dipresentasikan dengan amat lugas dan menarik. Panggung ilmiah yang cerdas ia tampilkan di podium, di hadapan tujuh dewan hakim.

Pasalnya, mendapat nomor urut tampil paling ujung, Nurul terlibat diskusi dan perdebatan alot dengan beberapa dewan hakim. Bahkan, salah satu dewan hakim meminta waktu tambahan. Materi diskusi yang menarik dan belum saatnya tertuntaskan, menjadi alasannya.

Beberapa kali Nurul dipinta untuk mengonfirmasi beragam argumen kunci dalam 12 halaman paper yang ditulisnya. Sekalipun demikian, ia berhasil menjawabnya dengan baik. Akhirnya, Nurul Hidayah, lelaki gondrong kelahiran Cianjur 2 September 1999 ini, menjadi juaranya. (KPN/Kiki Musthafa)