Catatan untuk Penabung Gelisah

Foto: kabarpesantren.id

KABARPESANTREN.ID—Manusia adalah penabung gelisah yang paling tekun. Setiap hari, selalu saja ada kegelisahan baru yang menyesaki dadanya. Datang dari beragam persoalan dan kekhawatiran yang membuatnya tertekan.

Mulai dari persoalan kecil yang dibesar-besarkan hingga persoalan besar yang terlihat lebih besar lagi. Didramatisir tanpa akhir. Menjadi sedemikian menakutkan dan mengundang empati orang lain.

Bacaan Lainnya

Demikian dengan beragam kekhawatiran untuk hal-hal yang sudah, sedang dan akan terjadi. Yang sudah dibuat hadir kembali. Yang sedang dipelihara tanpa henti. Yang akan datang dibuat seakan benar-benar akan terjadi.

Gelisah terus ditabung. Duduk tak nyaman dan ingin berdiri. Berdiri pun tak tenang dan ingin segera berlari. Berlari pun serasa dikejar-kejar hantu dan ingin pingsan saja. Berharap semua beban hilang dan tekanan berkurang.

Solusinya adalah zikir. Nabi Shalla Allahu ‘alaihi wa sallama bersabda, “Inna Allaha ‘azza wa jalla yaqulu ana ma’a ‘abdi idza huwa dzakarani wataharrakat bi syafatahu.”

Hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah Radliya Allahu ‘anhu di atas, menyampaikan bahwa Allah senantiasa bersama dengan hamba-Nya yang mengingat-Nya dan menggerakkan kedua bibir karena berzikir kepada-Nya.

Logis, sesiapa yang berzikir kepada Allah, akan ditemani oleh Allah. Sesiapa yang ditemani oleh Allah, akan dijauhkan dari madarat. Sesiapa yang terjauh dari madarat, hatinya senantiasa tenang. Karenanya, gelisah jangan ditabung. Buang dengan berzikir.(KPN/Kiki Musthafa)