Bukan tentang Makhluk Halus

Foto; kabarpesantren.id

KABARPESANTREN.ID—Tulisan ini bukan tentang makhluk halus yang dituding membuang anak di Kalimantan. Bukan pula tentang perempuan berparas halus yang menjadi koruptor termuda di Indonesia. Apalagi tentang perkataan tidak halus dari anggota dewan yang menyakiti hati urang Sunda. Sama sekali bukan.

Akan tetapi, ini tentang seorang muslim yang harus memiliki karakter lembut dan halus. Tentu, dalam konteks bersikap baik, berucap lembut dan memiliki hati yang tipis dan penuh empatik terhadap sesama. Rasulullah menjelaskan hal itu dalam sebuah hadis.

Bacaan Lainnya

InnaAllaha rafiqun yuhibbu al-rifqa fi al-amri kullihi—sesungguhnya Allah Maha Lembut dan mencintai kelembutan dalam setiap sesuatu,” sabda Rasulullah Saw. dalam hadis shahih yang tercatat di kitab Sunan Ibnu Majah.

Dalam hadis tersebut Rasul mengabarkan bahwa Allah Maha Lembut dan mencintai kelembutan. Secara tidak langsung, Rasul memerintahkan umat untuk berhati, berucap dan bersikap lembut dan halus dalam banyak hal, seperti halnya Allah yang Maha Lembut dan mencintai kelembutan.

Sebaliknya, berarti pula, Rasul pun melarang seseorang memiliki hati yang keras: Sulit menerima nasihat dan pengajaran dari yang lain, sombong dan angkuh pada sesama. Hati yang keras susah menerima hidayah. Ia terkurung dalam langkah yang salah. Membuatnya jatuh berkali-kali dan tumbang berulang-ulang.

Dalam bahasa Arab, kata al-rifqu, tidak hanya tentang kelembutan, derivat katanya merujuk pula pada makna pertemanan dan memberi manfaat. Karenanya, al-rifqu dekat dengan berkarakter supel: Rela memeluk dan merangkul, bersahabat dan hangat, menjadikan orang lain sebagai bagian dari dirinya.

Seorang muslim harus memiliki karakter lembut dan halus. Jangan menuding makhluk halus membuang anak di Kalimantan. Jangan pula berparas halus, tetapi tergoda suap dan korupsi. Apalagi berkata tidak halus dan menyakiti hati urang Sunda. (KPN/Kiki Musthafa)

*Catatan ini adalah bagian kecil dari tulisan senada yang terbit dalam edisi cetak di Buletin Masjid Agung Kota Tasikmalaya (28/01/2022).

 

Penulis: Kiki Musthafa